Perpustakaanku Sebagai Sarana Revolusi Mental Anak Indonesia

Oleh : 

Perpustakaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku. Namun dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, serta dimanfaatkan oleh masyarakat yang penghasilannya kurang dari rata-rata. Dengan demikian, perpustakaan dapat diartikan secara luas sebagai salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis, untuk dipergunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan.

Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sistematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.

Tujuan dibentuk perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:

Ø  Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan

Ø Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik

Ø  Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik

Ø  Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia

Ø  Dapat meningkatkan tarap kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya

Ø  Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa

Ø  Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.

Adapun fungsi perpustakaan secara umum diantaranya yaitu :

Fungsi Informasi

Perpustakaan menyediakan berbagai jenis informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya agar pengguna perpustakaan dapat:

Ø  mengambil berbagai ide dan buku yang ditulis oleh para ahli dan berbagai bidang ilmu,

Ø  menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyerap informasi dalam berbagai bidang serta mempunyai kesempatan untuk dapat memilih informasi yang layak yang sesuai dengan kebutuhannya,

Ø  memperoleh kesempatan untuk mendapatkan berbagai informasi yang tersedia di perpustakaan dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan,

Ø  memperoleh informasi yang tersedia di perpustakaan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Fungsi pendidikan

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya sebagai sarana untuk menerapkan tujuan pendidikan. Melalui fungsi ini manfaat yang diperoleh adalah:

Ø  agar pengguna perpustakaan mendapat kesempatan untuk mendidik diri sendiri secara berkesinambungan,

Ø  untuk membangkitkan dan mengembangkan minat yang telah dimiliki pengguna yaitu dengan mempertinggi kreativitas dan kegiatan intelektual,

Ø  mempertinggi sikap sosial dan menciptakan masyarakat yang demokratis,

Ø  mempercepat penguasaan dalam bidang pengetahuan dan teknologi baru.

Fungsi kebudayaan

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna untuk:

Ø  meningkatkan mutu kehidupan dengan memanfaatkan berbagai informasi sebagai rekaman budaya bangsa untuk meningkatkan taraf hidup dan mutu kehidupan manusia baik secara individu maupun secara kelompok,

Ø  membangkitkan minat terhadap kesenian dan keindahan, yang merupakan salah satu kebutuhan manusia terhadap cita rasa seni,

Ø  mendorong tumbuhnya kreativitas dalam berkesenian,

Ø  mengembangkan sikap dan sifat huhungan manusia yang positif serta menunjang kehidupan antar budaya secara harmonis,

Ø  menumbuhkan budaya baca di kalangan pengguna sebagai bekal penguasaan alih teknologi.

Fungsi rekreasi

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya untuk:

Ø  menciptakan kehidupan yang seimbang antara jasmani dan rohani,

Ø  mengembangkan minat rekreasi pengguna melalui berbagai bacaan dan pemanfaatan waktu senggang,

Ø  menunjang berbagai kegiatan kreatif serta hiburan yang positif.

Fungsi penelitian

Sebagai fungsi penelitian perpustakaan menyediakan berbagai informasi untuk menunjang kegiatan penelitian. Informasi yang disajikan meliputi berbagai jenis dan bentuk informasi, sesuai dengan kebutuhan lembaga.

Fungsi deposit

Sebagai fungsi deposit perpustakaan berkewajiban menyimpan dan melestarikan semua karya cetak dan karya rekam yang diterbitkan di wilayah Indonesia. Perpustakaan yang menjalankan fungsi deposit secara nasional adalah Perpustakaan Nasional. Sebagai fungsi deposit Perpustakaan Nasional merupakan perpustakaan yang ditunjuk oleh UU No 4 Tahun 1990 yaitu Undang-Undang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam untuk menghimpun, menyimpan, melestarikan, dan mendayagunakan semua karya cetak dan karya rekam yang dihasilkan di wilayah Republik Indonesia, atau karya cetak dan karya rekam tentang Indonesia yang diterbitkan di luar negeri, dan oleh lembaga atau importir diedarkan di wilayah Republik Indonesia.

Perpustakaan banyak jenisnya. Salah satunya adalah perpustakaan sekolah. Hampir semua pihak menyetujui mengenai pentingnya keberadaan Perpustakaan Sekolah dalam menunjang mutu pendidikan di suatu sekolah. Keberadaannya dianggap akan sangat membantu siswa, sekurangnya dalam hal meningkatkan minat baca dan menyediakan koleksi bahan bacaan bagi keperluan tugas belajar. Bagi guru, keberadaan Perpustakaan Sekolah akan sangat membantu tugasnya dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sebagai bagian dari sarana belajar di sekolah.

Begitu sangat pentingnya keberadaan Perpustakaan Sekolah, sehingga keberadaannya sebagai bagian dari sistem nasional perpustakaan harus diatur secara khusus melalui Undang-Undang (UU) No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Dalam UU ini, secara jelas disebutkan bahwa tugas dan kewajiban Perpustakaan Sekolah adalah ikut bertanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi siswa di lingkungan sekolah dimana perpustakaan tersebut berada. Adapun, tugas khusus dari Perpustakaan Sekolah adalah mendukung upaya peningkatan minat baca di kalangan pelajar dalam rangka mewujudkan budaya gemar membaca masyarakat Indonesia.

Perpustakaan disediakan di setiap sekolah dengan tujuan sebagai sarana pelengkap untuk menunjang pendidikan. Di era modern seperti saat ini, sudah banyak perpustakaan sekolah yang di isi dengan berbagai macam fasilitas. Seperti perpustakaan SMA Negeri 1 Bobotsari, kini sudah semakin baik dan tertata. Dengan fasilitas-fasilitas yang disediakan antara lain yaitu :

  1. Koleksi buku, ada buku fiksi dan non fiksi.
  2. Majalah dan koran.
  3. Free hotspot area.
  4. (AC).
  5. Karpet serta bantal untuk belajar lesehan.
  6. Meja dan kursi, dan lain-lain.

Perpustakaan SMA Negeri 1 Bobotsari juga melayani peminjaman buku. Baik fiksi maupun non fiksi. Dalam peminjaman buku, membutuhkan syarat yaitu siswa harus mempunyai kartu perpustakaan. Kartu perpustakaan sangat sederhana dalam pembuatannya. Hanya dengan memberikan 2 lembar foto siswa dan mengisi formulir identitas kartu perpustakaan dengan cepat akan jadi. Pembuatan kartu perpustakaan dibantu oleh pegawai perpustakaan yang berjaga.  Sehingga terkesan pembutannya terlihat sederhana.

Perpustakaan Sekolah pun dapat dijadikan sebagai sarana belajar dalam memupuk budaya gemar membaca, mampu mengembangkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan, serta mampu merangsang pengembangan gagasan dan kreatifitas intelektual siswa. Yang terakhir, Perpustakaan Sekolah juga dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi ilmiah, yang dapat memberikan kesenangan dan kenyamanan bagi siswa, khsususnya saat mereka beristirahat atau saat waktu kosong belajar di kelas. Tidak mustahil pula, di suatu saat nanti, Perpustakaan Sekolah dapat membuka layanannya di saat hari libur, khususnya hari Minggu, untuk memberikan kesempatan waktu yang lebih banyak bagi siswa.Perpustakaan sekolah berperan aktif dalam meningkatkan kemauan siswa untuk lebih rajin membaca. Membaca yang dimaksudkan dapat menambah wawasan dan pemahaman terhadap berbagai macam ilmu yang bisa kita dapatkan dari koleksi buku yang terpampang rapi dijejeran rak buku.  Koleksi buku yang disajikan juga tentu memiliki nilai lebih dari berbagai aspek. Sehingga dapat dikatakan koleksi yang disediakan oleh perpustakaan sekolah adalah koleksi-koleksi bacaan pilihan yang pastinya bermutu untuk berbagai aspek kehidupan.

Selain koleksi-koleksi buku, perpustakaan sekolah juga memiliki tata tertib yang dijadikan sebagai pedoman pengunjung perpustakaan. Diantaranya yaitu siswa diharapkan mampu mengendalikan volume suaranya selama berada di perpustakaan agar tidak berbicara terlalu keras karena dapat mengganggu pengunjung yang lain. Hal tersebut mengajarkan bahwa dalam kehidupan sosial, sikap toleransi atau menghargai sesama sangatlah perlu dilakukan. Agar tercipta sebuah kerukunan antara masing-masing individu sehingga tercipta persatuan dan kesatuan yang murni lahir dari setiap insan manusia.

Selain itu, ada pula sanksi yang diberlakukan apabila telat dalam pengembalian buku. Dari hal itu rasa tanggung jawab dan disiplin perlu ditingkatkan. Dapat pula mengajarkan bahwa segala perbuatan jika tidak sesuai dengan aturan, memiliki konsekuensi masing-masing.

Perpustakaan sekolah juga mengharuskan siswa untuk melepas alas kaki dan menitipkan tas jika akan memasuki perpustakaan. Siswa dituntut agar dapat menerapkan kerapian dimana pun berada.

Tata tertib yang diberlakukan di perpustakaan sekolah masih banyak, namun dari hal-hal yang sudah diuraikan tersebut dapat dicermati bahwa setiap tata tertib yang diberlakukan sudah pasti memiliki manfaat dan tujuan yang baik untuk semua kalangan. Khususnya warga sekolah. Adanya tata tertib dalam perpustakaan sekolah, siswa sebagai generasi muda bangsa dan aset bangsa dapat meningkatkan nilai-nilai karakter yang luhur. Generasi muda yang nantinya akan meneruskan perjuangan bangsa harus sejak dini merubah keadaan mentalnya menjadi lebih baik. Atau dapat dikatakan siswa seharusnya dapat melakukan revolusi mental ke arah yang lebih positiv. Anak-anak Indonesia perlu perubahan untuk menjadi generasi emas harapan bangsa. Hal-hal tersebut dapat dilatih sejak dini dengan cara mentaati tata tertib yang diberlakukan. Patuh dan taat terhadap segala peraturan. Menjalankan norma sesuai dengan apa yang seharusnya dilaksanakan. Menjaga sikap danatitude dalam setiap perbuatan.

Dapat ditarik benang merah dalam hal ini yaitu, dari hal-hal kecil seperti melalui tata tertib yang diberlakukan dalam perpustakaan sekolah dapat dijadikan sebagai suatu sarana untuk revolusi mental atau perubahan sikap yang mengarah ke dalam hal-hal yang lebih baik.

Sehingga marilah kita manfaatkan dengan baik segala sarana prasarana yang dapat menunjang revolusi mental ke arah yang lebih baik agar dapat menciptakan manusia-manusia yang unggul apalagi sebagai anak-anak Indonesia yang nantinya akan menjadi tonggak penerus bangsa.

http://catatanamwid.blogspot.co.id/2015/11/artikel-perpustakaan.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *