Lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan Terbaik Tahun 2018

Lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan Terbaik Se-Provinsi Bengkulu Tahun 2018 di Hotel Latansa tanggal 11 Mei 2018 dengan tema “Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan Garda Terdepan Sebagai Pusat Sumber Belajar Masyarakat Sepanjang Hayat’.

Adapun pemenang dari Lomba Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan Terbaik Se-Provinsi Bengkulu Tahun 2018. sbb:

  • Juara 1 : Perpustakaan Lentera Buana Desa Tanjung Anom, Bengkulu Utara.
  • Juara 2 : Perpustakaan Lestari Desa Bukit Peninjauan II Seluma
  • Juara 3 : Perpustakaan Pustaka Jaya Desa Karang Jaya Rejang Lebong
  • Harapan 1 : Perpustakaan Tunas Harapan Desa Harapan BEngkulu Tengah
  • Harapan 2 : Perpustakaan Mentari Desa Padang Manis Bengkulu Selatan

Lomba Bercerita Bagi Siswa SD/MI Tahun 2018

Lomba Bercerita Bagi Siswa SD/MI Tinkgkat Provinsi Tahun 2018 dengan Tema “Menumbuhkembangkan Kegemaran Membaca dan Kecintaan Terhadap Budaya Lokal dalam Upaya Membangun Karakter Kecerdasan dan Inovasi Generasi Muda Indonesia,

Adapun Pemenang Lomba Bercerita Bagi Siswa SD/MI Tinkgkat Provinsi Tahun 2018, sbb :

  • Juara 1 : Salsabila Azzahra dari SDN 04  Bengkulu Tengah
  • Juara 2 : M. Yusuf Dine  dari SDN 03 Muko Muko
  • Juara 3 : Uidivi Avinka dari SDN 05 Kota Bengkulu
  • Harapan 1 : Dhini Dhamayanti dari SDN 16 Bengkulu Utara
  • Harapan 2 : Akbar Ramadani dari SDN 15 Kepahiang.

Lomba Perpustakaan Sekolah/Madrasah Tingkat SLTA Tahun 2018

Lomba Perpustakaan Sekolah/Madrasah Tingkat SLTA Se-Provinsi Bengkulu Tahun 2018 tanggal 09 Mei 2018 di Hotel Latansa Kota Bengkulu, dengan tema “Meningkat Kinerja Mutu Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Tingkat SLTA Negeri dan Swasta demi Terwujudnya Kegemaran Membaca bagi Masyarakat Sekolah.

Adapun pemenang lomba perpustakaan Tingkat SLTA se Prov. Bengkulu Tahun 2018  sbb:

  • Juara 1 : Perpustakaan SMAN 02 Rejang Lebong
  • Juara 2 : Perpustakaan SMAN 1 Giri Mulya Bengkulu Utara
  • Juara 3 : Perpustakaan SMAN 05 Bengkulu Selatan
  • Harapan I : Perpustakaan SMAN 10 Pentagon Kaur
  • Harapan 2 : Perpustakaan SMAN 01 Kepahiang

Lomba Pustakawan Terbaik Tahun 2018

Lomba Pustakawan Terbaik Tahun 2018 Tanggal 7 Mei 2018 di Hotel Latansa Kota Bengkulu dengan tema “Melalui Teknologi Informasi, Kita tingkatkan kompetensi Pustakawan dalam bertransformasi di era digitalisasi”

Pemilihan diikuti oleh 14 orang peserta. Diantaranya, perpustakaan dari IAIN Bengkulu 2 orang, perpustakaan BPTP 1 orang, perpustakaan UMB 1 orang, perpustakaan SLTA 1 orang, perpustakaan Unib 4 orang, dan Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Provinsi Bengkulu mengirim 5 orang peserta.

Adapun Pemenang Lomba Pustakawan terbaik tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2018, sbb:

  • Juara 1 : Daryono, S.Sos dari Universitas Bengkulu
  • Juara 2 : Tony Hartanto, S.Sos dari OPD DPK Prov. Bengkulu
  • Juara 3 : Nanik Rahmawati, S.Sos. M.Hum dari Universitas Bengkulu
  • Harapan 1 : Meri Susanti R, S.I.Pust dari UMB
  • Harapan 2 : Aris, S.I.Pust dari IAIN Bengkulu.

Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca Di Provinsi dan Kabupaten/ Kota TAHUN 2018

 

1. Judul Kegiatan : Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Provinsi  dan Kabupaten/Kota Tahun 2018
2. Tempat : Gedung serbaguna Pemda Provinsi Bengkulu
3. Tanggal : 15 Maret 2018
4 Waktu : 09.00 WIB. – selesai
B Narasumber
5. Moderator : HERNALIS, SE., M.Pd.
6. MC : Protokoler Pemda Prov Bengkulu
7. Narasumber Anggota Komisi X DPR RI : Hj. DEWI CORYATI, M.Si.
8. Narasumber Perpustakaan Nasional RI : T. SYAMSUL BAHRI, SH., M.SI.
9. Narasumber Gubernur/Bupati/Walikota : H. GOTRI SUYANTO, SE, M.Soc.Sc
10. Narasumber Dinas Perpustakaan Provinsi : ATISAR SULAIMAN, S.Ag., MM.
11. Narasumber Dinas Perpustakaan Kabupaten / Kota :
11. Narasumber Pakar  Daerah /Budayawan : Drs. AGUS SETIYANTO, M.Hum.

Jumlah Peserta yang hadir :                                                          :

Jumlah                                                                 : 200 Orang

Hasil Notulensi  Paparan Masing – Masing Narasumber :

Narasumber Anggota Komisi X DPR RI

  1. Kegemaran membaca merupakan pintu gerbang dari semua pengetahuan. Maka usia emas ini harus terus ditanamkan gerakan membaca. Dibutuhkan peran guru dan fasilitas yang memadai, agar kegemaran membaca terus dilestarikan
  2. Fasilitas taman bacaan harus benar-benar terpenuhi. Suasana taman bacaan harus lebih nyaman. Termasuk mempermudah anak-anak dan generasi muda dalam mengakses perpustakaan

Narasumber Perpustakaan Nasional RI.

  1. Indeks minat baca kecil 36% (dari data BPS tahun 2017). Penyebabnya karena kurang bahan bacaan, kurang kesempatan membaca dan kurangnya kemampuan membaca. Oleh sebab itu Perpusnas RI mengadakan gerakan gemar membaca di seluruh provinsi, motor penggerak di kabupaten.
  2. Dalam melaksanakan gerakan membaca tersebut, Perpusnas dan Perpustakaan provinsi tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat.
  3. Untuk dapat mengetahui tentang Perpusnas RI dapat mengup-load di http://www.pnri.go.id Untuk dapat membaca secara elektonik (eBooks) dapat mengup-load di
  4. Slogan gerakan gemar membaca :
  • Buku adalah jendela dunia
  • …baca….baca….
  • Buku adalah pmbelajaran spanjang hayat

Narasumber Gubernur/Bupati/Walikota

  1. Pemerintah daerah harus fokus memberikan peningkatan pelayanan, baik dari sisi fasilitas, maupun dari sisi penyelenggaraannya bisa lebih elegan dalam memberikan pelayanan. Sehingga para pembaca bisa nyaman dan tertarik untuk kembali ke perpustakaan
  2. Perpustakaan harus mempersiapkan teknologi digital. Sehingga bisa diakses oleh siapa saja yang ingin berkunjung ke perpustakaan
  3. Fasilitas perpustakaan mutlak untuk ditingkatkan

Narasumber Dinas Perpustakaan Provinsi

  1. Perpustakaan harus kreatif, inovatif untuk menunjukkan jati diri
  2. Maju mudnurnya perpustakaan tergantung oleh pustakawannya karena selama ini anggapan orang perpustakaan hanyalah gudang buku, tempat pinjam buku, menempel buku. Menurut Kepala DPK Provinsi Bengkulu sekarang perpustakaan sudah maju, contohnya dengan banyaknya muncul perpustakaan : perpustakaan rumah ibadah, perpustakaan khusus dll.
  3. Cara menarik minat gemar membaca adalah :
  • Menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan
  • Menyiapkan sumber daya manusia
  • Menyiapkan bahan pustaka yang lengkap sesuai kebutuhan masyarakat

DPK sudah menggiatkan gemar membaca dengan cara :

  • Memberi bantuan buku ke kampung nelayan, daerah wisata utnuk membentuk perpustakaan
  • Menyiapkan layanan WI-FI gratis
  • Menyiapkan ruang full AC dan non AC
  • Menyiapkan bahan bacaan sesuai kebutuhan

Narasumber Pakar Daerah /Budayawa

  1. Menururt Budayawan Bengkulu, Bapak Agus : Gerakan membaca harus dipikirkan terlebih dahulu apa saja produknya, misalnya menulis iwayat dii sendii dan asal usul nama. Kristalisasi dari membaca adalah “menulis’.
  2. Dari menulis bida dilanjutkan dengan rajin membaca
  3. Literasi intinya adalah bremal/berinfak buku untuk kepentingan masyarakat
  4. Sumbangkanlah buku-buku yang tidak terpakai atau sudah dibaca kepada kelompok-kelompok, komunitas atau TBM yang masih kekurangan koleksi

Pertanyaan Peserta dan Tanggapan Narasumber :

  1. Alangkah baiknya jika kegiatan Safari ini ditujukan untuk para pengambil kebijakan
  2. Dapatkah TBM mendapat bantuan koleksi dari Perpustnas RI dan DPK Provinsi Bengkulu?
  3. Membuat MOU dengan BPS untuk memunculkan data/informasi tentang perpustakaan dan menambah jam buka layanan di DPK Provinsi Bengkulu

 

Tanggapan Narasumber

Narasumber Perpustakaan Nasional RI

  1. Pertemuan ini untuk semua segmen pengelola perpustakaan. Bicara ajakan bukan kebijakan
  2. TBM wewenang dari Diknas, sedangkan Perpusnas RI wewenangnya perpustakaan komunitas
  3. Perpusnas hanya membantu komunitas dengan struktur organisasi yang jelas, termasuk tempat, struktur dan pengunjung yang jelas
  4. Kurangnya minat baca pada anak-anak dipengaruhi oleh kurangnya bahan bacaan yang non mata pelajaran

Narasumber Gubernur/Bupati/Walikota

  1. Pemerintah daerah harus fokus memberikan peningkatan pelayanan, baik dari sisi fasilitas, maupun dari sisi penyelenggaraannya bisa lebih elegan dalam memberikan pelayanan. Sehingga para pembaca bisa nyaman dan tertarik untuk kembali ke perpustakaan
  2. Perpustakaan harus mempersiapkan teknologi digital. Sehingga bisa diakses oleh siapa saja yang ingin berkunjung ke perpustakaan
  3. Fasilitas perpustakaan mutlak untuk ditingkatkan

Narasumber Dinas Perpustakaan Provinsi

  1. Kebiasaan membaca + 15 menit sebelum belajar sudah ada edarannya.
  2. Untuk keefektifan dan tertib adminsitrasi alangkah baiknya bantuan buku itu diurus oleh satu pintu atau satu OPD
  3. Akan bekerjasama dengan BPS tentang informasi perpustakaan
  4. Jam buka layanan perpustakaan akan ditambah :
  • Senin – Jum’at : jam 08.00 – 18. 00 WIB.
  • Sabtu : jam 08.00 – 13.00 WIB.

Narasumber Pakar Daerah / Budayawan

  • Literasi intinya adalah beramal/berinfak buku
  1. Masalah / Kendala yang dihadapai terkait dengan kondisi/ gambaran umum dalam upaya peningkatan gemar membaca di wilayah setempat saat ini
  2. Budaya baca memang belum pernah diwariskan nenek moyang. Kita hanya terbiasa mendengar berbagai dongeng, kisah, adat-istiadat secara verbal atau lisan yang diceritakan oleh orang tua, nenek, dan tokoh masyarakat. Sehingga tidak ada pembelajaran secara tertulis yang dapat menimbulkan kebiasaan membaca
  3. Masih minimnya sarana untuk memperoleh bacaan dan pengelolaan SDM perpustakaan yang masih kurang juga menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya minat baca masyarakat
  4. Sistem pembelajaran di sekolah telah membuat siswa cenderung  pasif dan hanya mendengarkan guru mengajar di kelas daripada mencari informasi atau pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan di sekolah dengan membaca buku sebanyak-banyaknya
  5. Munculnya permainan (game) yang makin canggih dan variatif serta tayangan televisi yang semakin menarik, telah mengalihkan perhatian anak dari buku.  Tempat hiburan yang makin banyak didirikan juga membuat anak-anak lebih banyak meluangkan waktu ke tempat hiburan daripada membaca buku.

 Dampak yang dirasakan oleh daerah dengan adanya berbagai program yang diluncurkan oleh pemerintah dan implementasi dilapangan dengan program inovasi yang dikembangakan didaerah dalam upaya menumbuh kembangkan budaya gemar membaca dan memberdayakan perpustakaan.

  1. Memotivasi masyarakat sejak anak usia dini agar cinta perpustakaan, mendorong siswa memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana menimba ilmu pengetahuan, dan menumbuhkembangkan minat baca anak sehingga terwujud generasi Gemar membaca
  2. Sangat berdampak positif bagi perpustakaan provinsi Bengkulu, dimana minat baca mengalami kenaikan yang cukup signifikan.Tingkat kunjungan dan minat baca terutama mahasiswa ke perpustakaan mencapai 150-200 orang per hari.
  3. Memotivasi dan meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Sekaligus sebagai ajang pengenalan dan pemanfaatan perpustakaan, khususnya perpustakaan-perpustakaan mitra Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Provinsi Bengkulu

 Rekomendasi dari pelaksanaan kegiatan “Safari Gerkan Nasional Gemar Membaca di Provinsi dan Kabupaten / Kota,” di masing-masing daerah

  1. program ini harus menjadi gerakan yang dilakukan oleh semua orang, bukan hanya pemerintah saja. Gerakan bersama, gerakan  yang akan dilakukan oleh semua orang. Gerakan ini memang dicanangkan oleh pemerintah, tetapi gerakan ini hanya bisa berhasil kalau semua pihak terlibat yakni masyarakat, pihak swasta, sekolah, orang tua, dan murid
  2. Pemerintah daerah harus foku memberikan peningkatan pelayanan, baik dari sisi fasilitas, maupun dari sisi penyelenggaraannya bisa lebih elegan dalam memberikan pelayanan. Sehingga para pembaca bisa nyaman dan tertarik untuk kembali ke perpustakaan

Kesimpulan

  1. Kebiasaan membaca merupakan karakter yang tidak bisa terbentuk tiba-tiba tetapi harus dibina sejak seseorang masih kecil. Selain itu peran orang tua juga sangat penting dalam hal ini, karena para orang tua harus bisa menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dengan membina mereka sejak kecil agar karakter anak bisa menjadi lebih baik apabila dibina dengan buku
  2. Tahapan untuk menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan dimulai dari penumbuhan minat baca dari orang tua kepada anak, karena anak cenderung akan mengikuti kebiasaan orang tuanya
  3. Menyadarkan masyarakat akan pentingnya membaca dan belajar seumur hidup sebagai wahana mencerdaskan kehidupan bangsa
  4. Dengan adanya Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca masyarakat lebih mengetahui dan mudah mengakses buku yang ada di perpustakaan kabupaten/kota dan provinsi, taman baca di kelurahan kecamatan serta di tempat-tempat umum. Serta pandangan masyarakat mengenai perpustakaan yang terpinggirkan dan kumuh akan hilang dengan banyaknya fasilitas yang diberikan, sehingga kebiasaan masyarakat terhadap gadgetdapat diatasi dengan membaca buku-buku yang bermanfaat
  5. Kegemaran Masyarakat secara berkelanjutan membutuhkan sinergi seluruh pihak yang terkait dengan melibatkan stakeholder bidang perpustakaan kolaborasi dan sinergi antar stakeholder bidang perpustakaan baik dalam proses penulisan maupun publikasi